Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih berada dalam fase konsolidasi dengan volume perdagangan yang cenderung berfluktuasi.

"Kalau melihat dalam jangka pendek, pergerakan IHSG masih berada di fase sideways-nya dengan volume yang cenderung volatile," ujar Herditya.

Ia memperkirakan IHSG masih berpeluang menguji area 6.362 hingga skenario terbaik di level 6.484 dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee menilai berakhirnya rebalancing MSCI berpotensi menjadi titik balik bagi pergerakan pasar saham domestik. Menurut dia, tekanan yang terjadi selama periode penyesuaian indeks sebagian besar dipengaruhi faktor teknikal, bukan perubahan fundamental emiten.

"Pasca rebalancing MSCI ini bisa jadi bottom dari penurunan IHSG dan berpeluang kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan di masa depan," kata Hans.

Ia juga mengatakan penghapusan sejumlah emiten dari indeks MSCI Global Standard Index maupun MSCI Small Cap Index lebih terkait metodologi bobot dan likuiditas saham. Menurut Hans, sejumlah emiten yang dikeluarkan dari indeks tersebut tetap memiliki fundamental dan prospek usaha yang baik.

Balik Menguat

IHSG berhasil ditutup menguat 1,49% di posisi 6.218 pada perdagangan Sesi I, Selasa (2/6/2026) dengan penguatan saham BREN, saham BBCA, juga saham BBRI jadi penopang.

IHSG memang sudah memperlihatkan tanda–tanda penguatan usai dibuka di level 6.210 pagi tadi IHSG juga sempat menyentuh level tertinggi hingga 6.264. Adapun level terendah ada di 6.161.

Kenaikan IHSG sepanjang hari ini dipicu oleh penguatan potensial saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), hingga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Saham BREN menguat pada siang tengah hari ini dengan kenaikan 24,54% ke level Rp4.110/saham.

Kemudian, saham BBCA lompat 2,19% ke level Rp5.825/saham. Lebih potensial lagi, saham BBRI dengan keberhasilan menguat 2,37% ke level Rp3.020/saham pada jeda Sesi I.

Volume transaksi IHSG sampai dengan tengah hari perdagangan sudah tercatat 18,85 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,84 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,56 juta kali diperjualbelikan.

(cpa/naw)

No more pages