Logo Bloomberg Technoz

Volume transaksi IHSG sampai dengan tengah hari perdagangan sudah tercatat 18,85 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,84 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,56 juta kali diperjualbelikan.

Sebanyak 336 saham mengalami kenaikan, dan ada 316 saham melemah. Sedang 164 saham enggan bergerak.

Sejumlah sector saham turut menjadi penopang utama IHSG pada perdagangan Sesi I siang hari ini. Saham–saham energi, saham barang baku, dan saham konsumen non primer mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 2,91%, 2,45% dan 0,99%.

Menguatnya IHSG merupakan efek langsung dari kenaikan sejumlah saham big caps. Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (2/6/2026).

  1. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 30,04 poin
  2. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 14,96 poin
  3. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 11,77 poin
  4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 11,03 poin
  5. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 10,9 poin
  6. Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menyumbang 9,82 poin
  7. Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 6,23 poin
  8. Barito Pacific (BRPT) menyumbang 5,65 poin
  9. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 5,5 poin
  10. Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 4,46 poin

Mengutip Phillip Sekuritas, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal yang menggembirakan kepada para investor bahwa kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran mungkin sudah dekat.

Dalam unggahan di sosial medianya, Presiden mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan telepon yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mengatakan bahwa tidak ada pasukan Israel yang akan menuju Beirut.

Sebelumnya, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan, Iran telah menangguhkan pembicaraan damai dengan AS terkait aksi militer Israel di Libanon dan jalur Gaza.

Adapun dari dalam negeri, Panin Sekuritas menyebut, sentimen positif datang dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan transparansi pengelolaan eksportir komoditas utama milik negara yang baru dibentuk yang diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak, mempertahankan lebih banyak Devisa Hasil Ekspor di dalam negeri, serta memperkuat likuiditas dolar AS.

Namun biarpun begitu, penguatan IHSG pada Sesi I ini Panin menilai berpotensi terbatas menyusul rilis data tingkat inflasi Indonesia yang meningkat menjadi +3,08% YoY pada Mei 2026 (dari yang sebelumnya: +2,42% YoY; cons: +2,52% YoY), melampaui ekspektasi pasar hingga “berpotensi mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter ke depan,” sebut riset Panin Sekuritas.

(fad)

No more pages