Rudy menjelaskan, ASII akan memprioritaskan tiga bisnis utama, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan, yang berkontribusi sekitar 90% terhadap laba perusahaan.
Di sektor otomotif, Astra akan mengoptimalkan seluruh ekosistem, mulai dari penjualan kendaraan baru dan bekas, suku cadang, hingga layanan purna jual. Sementara pada bisnis jasa keuangan, perusahaan akan memaksimalkan potensi ekosistem melalui berbagai produk dan layanan untuk beragam segmen pelanggan.
Adapun pada lini alat berat dan solusi pertambangan, Astra akan memperkuat ekosistem rantai pasok serta mengembangkan sumber pertumbuhan baru guna meningkatkan daya saing dan penciptaan nilai jangka panjang. Selain itu, Astra juga akan mengembangkan portofolio di luar tiga bisnis utama secara selektif.
“Astra akan menjalankan strategi pengembangan portofolio bisnis yang terarah dengan menekankan pada keselarasan strategis dan kapabilitas, serta tujuan jangka panjang perusahaan,” ujar Rudy.
Lebih lanjut, perseroan menegaskan akan memperkuat disiplin dalam alokasi modal, termasuk melalui belanja modal, pembagian dividen yang konsisten, investasi bernilai tambah, serta buyback saham pada tingkat valuasi yang tepat.
(dhf)






























