Lebih lanjut, stok nasional BBM jenis Solar (CN 48) tercatat 1,57 juta kl dengan rencana penyaluran harian sebanyak 96.016 kl, sehingga ketahanan pasokan mencapai 16,4 hari atau di atas tipis batas minimum 16,3 hari.
Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok 60.160 kl dengan rencana penyaluran harian sebesar 1.717 kl per hari dan ketahanan pasokan mencapai 35 hari atau di atas standar minimum 24,9 hari.
Untuk avtur, stok nasional tercatat 385.353 kl dengan rencana penyaluran harian sebesar 14.464 kl per hari, sehingga ketahanan pasokan mencapai 26,6 hari atau di atas batasan minimum 26 hari.
Sementara itu, stok minyak tanah atau kerosene tercatat 16.684 kl dengan rencana penyaluran harian sebesar 1.413 kl per hari dan ketahanan pasokan mencapai 11,8 hari.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya melaporkan sekitar 64,23% impor bensin yang dilakukan Indonesia sepanjang 1 Januari—1 April 2026 berasal dari Singapura.
Dalam periode yang sama, Malaysia menempati posisi kedua sebagai negara sumber impor bensin terbesar, dengan porsi sekitar 27,18%.
Posisi ketiga ditempati Oman, dengan porsi sebesar 5,55% dari total impor gasoline yang dilakukan Indonesia.
Selanjutnya, Uni Emirat Arab (UEA) tercatat sebagai negara sumber impor bensin terbesar keempat, yakni sebesar 3,03% dari total impor yang dilakukan Indonesia.
Dalam periode Januari—Februari 2026, total kebutuhan bensin Indonesia mencapai 5,68 juta kl. Dari besaran itu, 3,44 juta kl di antaranya atau sekitar 59% didatangkan dari luar negeri dan 2,35 juta sisanya merupakan produksi domestik.
Total kebutuhan bensin pada dua bulan pertama tahun berjalan dilaporkan sebanyak 99.661 kl per hari. Sementara itu, kebutuhan bensin JBKP Pertalite dilaporkan mencapai 74.407 kl per hari.
Dalam periode tersebut, kebutuhan bensin Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) atau bensin nonsubsidi mencapai 25.254 kl per hari.
Untuk impor BBM, berdasarkan data Kementerian ESDM, pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia.
Terdapat negara lainnya yang turut menjadi sumber impor BBM RI, antara lain China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Jepang, dan Taiwan.
(azr/wdh)


























