“Bagi Iran, waktu terus berjalan. Mereka sebaiknya bergerak CEPAT atau tidak ada yang tersisa bagi mereka. WAKTU ADALAH KUNCI,” cuit Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial.
Alhasil, harga minyak dunia masih membumbung tinggi. Pada pukul 06:30 WIB, harga minyak jenis brent naik 1,41% ke US$ 110,79/barel. Dalam sebulan terakhir, harga melambung hampir 16%.
Harga minyak yang terus meninggi membuat dunia terancam risiko inflasi. Ketika inflasi makin ‘liar’ dan tidak terkendali, maka akan sulit buat bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana perkiraan gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 39. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Namun, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh sembilan. Cukup jauh di bawah 20, yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, dari kacamata teknikal, harga emas sejatinya berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.572/troy ons.
Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.627/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten selanjutnya ada di MA-10 yaitu US$ 4.665/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.787/troy ons.
Sedangkan kalau harga emas turun lagi, maka US$ 4.526 sepertinya bisa menjadi target support terdekat. Support lanjutan ada di US$ 4.514/troy ons.
Penembusan di area itu berisiko melengserkan harga emas ke rentang US$ 4.477-4.410/troy ons. Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.309/troy ons.
(aji)

























