Menurut Prabowo, sebelum adanya MBG pemerintah hanya menyalurkan dana desa sekitar Rp1 miliar. Namun dengan program tersebut, uang yang beredar di desa meningkat berkali-kali lipat.
“Tadinya sebelum MBG kita kirim Rp1 miliar dana desa. Dengan MBG kita tambah Rp10 miliar,” ujarnya.
Prabowo menilai dampak terbesar dari program MBG adalah hidupnya rantai ekonomi lokal karena kebutuhan pangan dipenuhi langsung dari hasil produksi masyarakat desa.
Seperti warga yang beternak lele, sayuran hingga telur dapat memasarkan produknya untuk MBG. Sehingga, setiap produsen di desa tersebut akan produktif hingga mampu menekan biaya distribusi karena pasar tersedia langsung di tingkat desa.
“Kita bisa patahkan biaya logistik. Pasarnya ada di desa itu sendiri. Itu dampak MBG,” lanjutnya.
Meski demikian, Prabowo mengakui pelaksanaan program MBG masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan tata kelola dan integritas aparat. Bahkan, ia menekankan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan kewenangan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Banyak masalah, iya. Tantangan, benar. MBG banyak masalah, benar. Kita harus tertibkan. Saya sudah katakan pemerintahan saya tidak ragu. Siapapun yang melanggar, menyimpang kewenangan akan kita tertibkan. Copot dari jabatan,” pungkas Prabowo.
(mef)





























