Kecemasan utama adalah soal produksi dan distribusi berbagai komoditas vital, utamanya energi. Selat Hormuz, yang menjadi rute pelayaran kunci untuk berbagai komoditas, masih tertutup dan belum bisa dilalui oleh kapal dagang.
Ini membuat harga energi masih melambung tinggi. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup melesat 3,33% ke US$ 109,24/barel. Sepanjang pekan ini, harga brent melejit 7,85%.
Situasi ini membuat investor khawatir dunia akan dilanda inflasi tinggi. Alhasil, bakal sulit bagi bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
“Ekspektasi inflasi, yield (imbal hasil) obligasi yang tinggi, dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) mungkin akan terus menekan harga emas,” tulis catatan ANZ Group Holdings Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg News.
ANZ pun memundurkan target harga emas di US$ 6.000/troy ons menjadi pertengahan 2027, yang awalnya diperkirakan bisa terjadi awal tahun depan.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk pekan depan? Apakah bakal turun lagi atau mampu bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 49.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas hanya tipis di bawah 50, sehingga boleh dibilang cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling kecil, sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan minggu depan, harga emas berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.660/troy ons.
Dari situ, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.682-4.684/troy ons. Resisten selanjutnya ada di level US$ 4.739-4.872/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 5.111/troy ons.
Namun kalau ternyata harga emas malah turun lagi, maka US$ 4.496/troy ons sepertinya akan menjadi target support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke rentang US$ 4.410-4.396/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.291/troy ons.
(aji)
























