Logo Bloomberg Technoz

“Kenaikan imbal hasil obligasi global ini sedikit mengkhawatirkan,” kata Prashant Newnaha, ahli strategi suku bunga senior Asia-Pasifik di TD Securities di Singapura. “Harga minyak yang tinggi dan berkepanjangan bisa menjadi pukulan terakhir bagi obligasi.”

Meskipun imbal hasil obligasi secara bertahap naik dalam beberapa hari terakhir, aksi jual semakin gencar pada hari Jumat, dengan imbal hasil di Jerman, Spanyol, Australia, dan Selandia Baru juga ikut naik. Para investor juga mulai menyuarakan kekhawatiran bahwa kenaikan biaya pinjaman bahkan dapat menghentikan laju kenaikan pasar saham belakangan ini.

Di Jepang, kenaikan imbal hasil juga mencerminkan kekhawatiran baru terhadap kebijakan fiskal negara tersebut. Sebuah laporan di Kyodo News menyebutkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan anggaran tambahan untuk mendanai langkah-langkah bantuan bagi perekonomian. Menteri Keuangan Satsuki Katayama kemudian mengatakan bahwa situasinya belum mencapai titik di mana hal itu diperlukan.

“Di Jepang, di mana suku bunga telah mendekati nol dalam waktu lama, fakta bahwa imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) bertenor 30 tahun naik menjadi 4% merupakan peristiwa bersejarah,” kata Rinto Maruyama, analis senior valuta asing dan suku bunga di SMBC Nikko Securities Inc.

“Hal ini menunjukkan kemungkinan inflasi yang berkelanjutan di Jepang, yang selama ini dilanda deflasi.”

Imbal hasil obligasi negara tersebut melonjak di seluruh kurva pada hari Jumat. Imbal hasil obligasi 20 tahun naik menjadi 3,67%, mencapai level tertinggi sejak 1996. Imbal hasil obligasi 40 tahun juga mencapai level tertinggi sejak diluncurkan pada 2007.

Imbal Hasil Obligasi Jepang Naik

Bagi AS, inflasi merupakan risiko utama yang dihadapi perekonomian, kata Gubernur The Fed Michael Barr pada Kamis. Pernyataan tersebut muncul menyusul data pekan ini yang menunjukkan biaya produsen meningkat dengan laju tercepat sejak 2022. Para pelaku pasar memperkirakan kemungkinan sebesar hampir dua pertiga bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.

“Kekhawatiran tentang inflasi yang tertanam semakin meluas,” kata Kenneth Crompton, kepala strategi suku bunga di National Australia Bank di Sydney.

Sementara itu, Inggris dilanda persaingan kepemimpinan yang memanas dan berpotensi mendorong peningkatan belanja publik. Penjualan besar-besaran obligasi dimulai pada Jumat setelah muncul tanda-tanda bahwa Wali Kota Manchester Andy Burnham mungkin memiliki peluang untuk menantang Perdana Menteri Keir Starmer.

Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilts) bertenor 10 tahun melonjak 15 basis poin menjadi 5,14%, level tertinggi sejak 2008. Imbal hasil acuan Inggris telah naik hampir satu poin persentase sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran. Para pedagang juga mengubah perkiraan kebijakan moneter Bank of England dari pemotongan suku bunga menjadi kenaikan.

(bbn)

No more pages