Logo Bloomberg Technoz

“Setelah reli kuat yang didorong oleh laporan laba perusahaan, pasar saham mungkin memang butuh waktu untuk bernapas sejenak,” ujar Bret Kenwell dari eToro. “Meskipun pasar tenaga kerja dan ekonomi secara luas masih terlihat stabil, posisi The Fed yang belum sinkron dan inflasi yang merangkak naik memperumit keadaan.”

Inflasi AS tercatat meningkat pada bulan April didorong oleh kenaikan biaya bensin dan kebutuhan pokok, yang pertumbuhannya melampaui kenaikan upah, sebuah pukulan ganda bagi konsumen yang sudah tertekan. IHK naik 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya, angka tertinggi sejak 2023. Sedangkan IHK inti, yang mengecualikan komponen makanan dan energi, meningkat 2,8%.

“Inflasi kembali melonjak—sebagian besar didorong oleh harga minyak yang tetap tinggi—dan ini akan mendominasi narasi inflasi di sisa tahun ini seiring konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut,” kata Skyler Weinand dari Regan Capital.

Menurut Chris Zaccarelli, arah inflasi yang terus memburuk dan pasar tenaga kerja yang masih solid membuat kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga dalam waktu dekat menjadi sangat kecil.

“Kenaikan inflasi inti menunjukkan bahwa tingginya harga energi mulai terasa di seluruh sektor ekonomi,” ujar Ellen Zentner. “Ini tidak berarti The Fed akan langsung beralih menaikkan suku bunga, tetapi mempertegas kenyataan bahwa pergantian kepemimpinan The Fed tidak otomatis menghasilkan kebijakan yang lebih dovish.”

Di sisi lain, pasar sebenarnya sudah lebih dulu menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga pada 2026 sebelum data inflasi dirilis, kata Tim Urbanowicz. Ia menambahkan, selama imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun tetap berada di bawah 4,5%, kondisi tersebut seharusnya belum menjadi hambatan besar bagi pasar saham.

Dari sisi geopolitik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya akan memprioritaskan pembahasan perdagangan dalam pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini, dan mengecilkan fokus terhadap perang Iran. Para pelaku pasar pun meningkatkan spekulasi bahwa yuan akan menguat dalam beberapa hari ke depan dengan harapan pertemuan tersebut dapat mendukung gencatan perang dagang antara kedua negara.

Di tempat lain, obligasi Inggris anjlok di tengah drama politik yang semakin menekan pasar yang sebelumnya sudah terpukul persoalan fiskal negara tersebut. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer masih bertahan hingga Selasa malam meski gelombang pengunduran diri menteri sejauh ini gagal menjatuhkannya dari jabatan.

(bbn)

No more pages