Dalam pembicaraan telepon awal tahun ini, Xi sempat meminta Trump untuk berhati-hati dalam menangani penjualan senjata tersebut, menyusul langkah AS menyetujui paket senjata senilai 11 miliar dolar AS untuk Taiwan pada Desember lalu.
"Saya akan melakukan pembahasan itu," ujar Trump. "Presiden Xi ingin agar kami tidak melakukannya. Dan saya akan tetap membahasnya."
Presiden AS itu juga kembali menegaskan akan mengangkat kasus pengusaha Hong Kong yang dipenjara, Jimmy Lai, isu sensitif lain bagi China. Lai, pendiri surat kabar Hong Kong Apple Daily yang kini telah ditutup, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada Februari atas tuduhan kolusi dan penghasutan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional Beijing.
“Banyak orang ingin dia dibebaskan. Dan saya juga ingin melihat dia bebas,” ujar Trump kepada wartawan di Oval Office pada Senin. “Jadi, saya akan kembali mengangkat isu itu.”
Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah situasi yang memanas setelah Trump pada Senin memperingatkan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran berada dalam kondisi “kritis” usai menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran.
Penutupan Selat Hormuz membuat negara-negara Teluk tidak dapat mengekspor pasokan minyak dan gas mereka, sehingga memicu krisis energi global. China sebagai salah satu importir minyak mentah terbesar dunia kini berupaya mencari cara untuk mencegah kekurangan pasokan domestik. Trump juga diperkirakan akan mendesak Xi terkait rencana pembentukan dewan perdagangan baru guna membantu mengelola urusan ekonomi bilateral.
Trump dijadwalkan tiba di China pada Rabu malam, berdasarkan agenda perjalanan yang dirilis Gedung Putih. Selain melakukan pembicaraan bilateral dengan Xi pada Kamis pagi, ia juga akan menghadiri jamuan kenegaraan pada malam harinya. Trump dan Xi juga dijadwalkan menikmati jamuan teh dan makan siang bersama pada Jumat sebelum presiden AS itu kembali ke Washington pada hari yang sama.
(bbn)




























