Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Bendahara Negara mengungkapkan bahwa dirinya ingin menghidupkan kembali  dana stabilisasi obligasi alias BSF untuk menjaga stabilitas pasar obligasi. 

BSF merupakan dana yang disiagakan pemerintah untuk melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi guna menekan imbal hasil (yield) yang sudah terlalu tinggi. Ia pun mengatakan bahwa inisiatif ini bukanlah barang baru.

Sebelumnya, BSF memang sudah direncanakan untuk diimplementasikan saat kursi Menteri Keuangan dijabat oleh Bambang Brodjonegoro. Namun, skema dana stabilisasi obligasi hanya berakhir sebagai sebuah wacana.

Kala itu, dalam rencana Bambang, BSF dikaji sebagai alat baru mitigasi krisis keuangan. Instrumen ini dipersiapkan untuk melengkapi kerangka stabilisasi obligasi (bond stabilization framework) yang dipakai hanya saat kondisi ekonomi darurat atau mengalami krisis.

Namun demikian, penghidupan kembali skema BSF tidak menandakan bahwa saat ini ekonomi Indonesia dalam kondisi darurat. Tidak seperti BSF yang dikeluarkan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Bond Stabilization Fund akan menjadi cara Purbaya untuk menstabilkan pasar obligasi, sehingga pada akhirnya akan menjaga agar nilai tukar rupiah tetap stabil.

(mfd/ell)

No more pages