Logo Bloomberg Technoz

Dia mengatakan, perusahaan juga saat ini tengah memindahkan sejumlah unit pesawat miliknya untuk bisnis maskapai baru tersebut. Tetapi, dia tidak memerinci lebih lanjut.

Adapun, ekspansi juga terjadi tak lama setelah perusahaan maskapai berbiaya rendah itu memborong sebanyak 150 unit pesawat Airbus SE A220 senilai total mencapai US$6,8 miliar buatan Kanada.

Penandatanganan perjanjian juga telah dilakukan di pabrik Airbus Canada di Mirabel, Quebec, tempat pesawat tersebut diproduksi, sekaligus mengonfirmasi laporan Bloomberg News sebelumnya.

Keputusan tersebut menjadi sebuah 'pertaruhan' yang cukup berani. Keputusan maskapai sebelumnya yang menghindari lindung nilai biaya avtur juga telah menyebakan sahamnya anjlok sekitar 35% sejak perang Iran dimulai awal Maret lalu.

Hal itu juga sekaligus membuat kinerja perusahaan menjadi yang terburuk di indeks Bloomberg World Airlines selama periode tersebut.

Meski demikian, Fernandes menyatakan tetap bersikukuh dengan kebijakan tersebut Dia memperkirakan harga minyak pada akhirnya akan kembali turun.

"Jelas, pihak yang melakukan lindung nilai sekarang sudah untung, tetapi dalam jangka panjang, lindung nilai tidak pernah benar-benar berhasil," kata dia. "Jadi kami tetap tidak melakukan lindung nilai seperti banyak maskapai Amerika, dan kami merasa harga minyak akan bearish."

Guna membantu ekspansi tersebut, AirAsia juga berencana menjual obligasi mencapai sekitar US$600 juta. Saat ini, perusahaan juga tengah berdiskusi dengan Bank-bank di Malaysia untuk melakukan pinjaman refinancing dalam jumlah cukup besar, yang diharapkan mampu menurunkan biaya bunga, kata Fernandes.

Dirinya juga mengatakan berencana untuk bertemu dengan pihak dana pensiun Kanada untuk menarik investor.

Fernandes mengakui langkah itu akan membuat perusahaan menghadapi tekanan jangka pendek, yang juga kemungkinan tidak akan mencapa target laba awalnya.

Sementara, proyeksi pendapatan sepanjang tahun ini diperkirakan kurang lebih akan tidak jauh berberda dari yang telah diproyeksikan sebelumnya, kata dia.

Dalam kesempatan lain, AirAsia juga disebut telah membahas ekspansi di Vietnam, berdasarkan informasi orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Saat ini, AirAsia telah beroperasi di negara kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan juga Thailand, dengan armada Aribus sebanyak 250 unit, yang sebagian besar berbadan sempit atau berlorong tunggal (narrow-body).

Sementara, pemesanan baru akan meningkatkan backlog perusahaan menjadi sekitar 550 pesawat dengan ukuran yang sama. Secara terpisah, AirAsia juga telah mengumumkan akan meluncurkan penerbangan dari Bahrain, dengan tujuan membentuk unit lokal yang berbasis di negara kepulauan Teluk tersebut.

(ibn)

No more pages