Logo Bloomberg Technoz

Data yang di bawah ekspektasi ini menegaskan besarnya dampak kenaikan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah. Ekonomi Filipina kian tertekan setelah sebelumnya sempat diguncang skandal korupsi yang memicu penurunan drastis pada investasi publik dan konsumsi swasta. Bank sentral, yang baru saja menaikkan suku bunga bulan lalu, kini memiliki ruang gerak yang sangat terbatas untuk menyokong ekonomi akibat lemahnya nilai tukar peso dan lonjakan harga konsumen.

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memang telah memicu lonjakan harga minyak global. Namun, Filipina terkena dampak yang jauh lebih parah karena negara ini mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah. Pertumbuhan kuartalan Filipina kali ini tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Sebelum perang meletus, Filipina sebenarnya sudah terguncang oleh terungkapnya penyalahgunaan dana publik senilai miliaran dolar yang seharusnya dialokasikan untuk proyek pengendalian banjir. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 merosot ke angka 4,4%, yang merupakan level terlemah dalam lebih dari satu dekade terakhir, di luar masa pandemi.

(bbn)

No more pages