Harga emas berhasil naik usai melemah selama dua hari berturut-turut. Dalam dua hari tersebut, harga terpangkas 2,16% hingga menjadi yang terendah sejak 30 Maret.
Jadi, sepertinya investor masuk untuk memanfaatkan harga yang sudah ‘murah’. Peningkatan permintaan membuat harga emas terdongkrak.
Selain itu, rasanya investor sedikit lega karena asa akan perdamaian di Timur Tengah masih terjaga. Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlangsung dan dihormati.
Sementara Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa perundingan damai “mencapai kemajuan”. Demikian diberitakan Bloomberg News
Perkembangan ini membuat harga minyak ambruk. Kemarin, harga minyak jenis brent jatuh 4% ke US$ 109,87/barel.
Jika harga minyak bisa lebih terkendali, maka dunia bisa meredam risiko inflasi tinggi. Dengan begitu, bank sentral bisa punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas terasa lebih menguntungkan saat suku bunga bisa turun.
(aji)































