Para calon direksi ungkap Hasan juga berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari pelaku pasar modal, professional di sektor keuangan hingga ahli teknologi informasi.
“Secara umum dapat kami sampaikan dari sisi profil kandidat atau calon yang masuk adalah mencerminkan kombinasi antara pelaku yang memiliki pengalaman kuat di industri pasar modal. Terdapat juga calon yang berasal dari profesional di sektor lain yang relevan termasuk dari sektor keuangan dan juga teknologi informasi,” jelasnya.
Selanjutnya, pemilihan akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026 mendatang.
Sebelumnya, Bloomberg Tecnoz mencatat terdapat dua paket yang sudah terkonfirmasi, yaitu satu paket yang melibatkan Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI saat ini, Jeffrey Hendrik, dan satu paket lainnya atas nama Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Iding Pardi.
(lav)





























