Logo Bloomberg Technoz

AS telah menekan China bersama dengan negara-negara lain yang bergantung pada impor minyak untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz—seruan yang telah diabaikan Beijing dan sekutu AS. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mendesak China bergabung dengan operasi AS untuk mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut.

“Mari kita lihat mereka mengambil langkah diplomatik dan meyakinkan Iran untuk membuka selat tersebut,” kata Bessent kepada Fox News.

China membeli hampir seluruh ekspor minyak Iran, dan kemampuannya untuk menjalin hubungan erat dengan Teheran, negara-negara Teluk, dan Trump telah menempatkannya sebagai mediator potensial.

Bulan lalu, setelah gencatan senjata yang dimediasi secara terbuka oleh Pakistan diumumkan, pejabat Iran mengklaim dorongan menit terakhir dari China telah mengamankan penerimaan mereka, pernyataan yang dikonfirmasi oleh Trump. Media pemerintah China membantah klaim tersebut.

Konflik sembilan minggu di Timur Tengah telah menghambat aliran energi melalui Selat Hormuz, membuat importir minyak mentah seperti China berupaya mencegah kelangkaan domestik.

Upaya AS untuk meningkatkan tekanan pada Teheran agar mengakhiri perang telah menyebabkan sanksi terhadap perusahaan penyulingan minyak di China yang memproses minyak Iran.

China kini memerintahkan perusahaan-perusahaan agar tidak mematuhi sanksi AS terhadap kilang swasta terkait dengan perdagangan minyak Iran. Tindakan ini merupakan pembangkangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan menguji sistem sanksi AS.  

China masih belum mengonfirmasi tanggal pertemuan Xi-Trump, sebagaimana lazimnya dilakukan di Beijing di mana rincian jadwal Xi dirahasiakan hingga beberapa hari sebelum acara.

(bbn)

No more pages