Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.187,2 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.447 triliun.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I–2026 secara tahunan dibanding Kuartal I–2025 tumbuh 5,61%. Kinerja ini ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik,” terang Amalia dalam Konferensi Pers, Selasa (5/5/2026).
Sepanjang Sesi I IHSG langsung melesat di zona penguatan merespons pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,61% lampaui ekspektasi, dengan kenaikan tertinggi mencapai 7.065. Laju terendah IHSG berada di level 6.921.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp9,21 triliun. Sepanjang pagi hingga siang hari ini terdapat 25,34 miliar saham yang ditransaksikan. Tercatat ada penguatan 346 saham dan 297 saham terjadi pelemahan. Sisanya,169 saham stagnan.
Saham–saham barang baku, saham keuangan, dan saham transportasi menjadi pendorong utama IHSG melesat di zona hijau dengan kenaikan 1,32%, 1,31%, dan 1,13%. Disusul oleh saham infrastruktur yang menghijau 0,84%. Sedang, saham energi mengalami penguatan 0,41%.
Penguatan optimistis juga turut didorong oleh saham LQ45 yang didukung oleh menguatnya harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menanjak 14,3%, dan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang lompat 3,96%. Serta saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melesat 3,62%.
Adapun saham–saham LQ45 berikut ini juga jadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melaju 3,02% dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga terangkat di zona hijau dengan kenaikan 2,86%. Serta saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 2,49%.
Mencermati Bursa Saham regional, kinerja Bursa Asia hari ini melaju bervariasi. Indeks Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), dan TW Weighted Index (Taiwan), berhasil menguat masing–masing 0,45%, dan 0,16%.
Sementara itu, Hang Seng (Hong Kong), SENSEX (India), Straits Times (Singapura), SETI (Thailand), PSEI (Filipina), dan KLCI (Malaysia), malah melemah 1,09%, 0,69%, 0,58%, 0,45%, 0,34%, dan 0,12%.
Menyitir Panin Sekuritas, keluarnya data pertumbuhan PDB Indonesia yang tercatat 5,61% year–on–year pada Kuartal I–2026 menjadi katalis positif untuk pergerakan IHSG, adapun angka tersebut melampaui ekspektasi pasar yang sebesar 5,3% yoy,
“Menandai pertumbuhan tahunan terkuat sejak Kuartal III–2022 utamanya didorong oleh festive season Ramadan dan Idul Fitri,” mengutip catatan Panin siang hari ini, Selasa.
Di sisi lain, tingkat Inflasi yang melambat menjadi 2,42% yoy pada April 2026 (dari yang sebelumnya: 3,48% yoy) mencerminkan meredanya tekanan harga.
(fad)





























