Laporan Yonhap juga menyebutkan bahwa pemerintah Korsel menerima intelijen yang mengindikasikan adanya serangan terhadap kapal tersebut, namun penyelidikan masih berlangsung. "Belum dapat dikonfirmasi apakah terjadi serangan luar atau ledakan tersebut disebabkan oleh masalah internal di dalam kapal," ujar seorang pejabat HMM. Kapal tersebut rencananya akan ditarik menuju Pelabuhan Dubai.
Menanggapi insiden ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan "mungkin sudah waktunya Korea Selatan datang dan bergabung dalam misi" di Selat Hormuz. Dalam unggahan di Truth Social, ua menyebut Iran telah melepaskan tembakan ke arah "kapal kargo Korea Selatan."
Konflik di Timur Tengah sendiri dimulai pada akhir Februari. Korea Selatan—yang mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya, termasuk sekitar 70% minyak mentah melalui Selat Hormuz—menjadi salah satu negara yang terdampak signifikan oleh guncangan energi akibat konflik yang dipicu Iran.
(bbn)

























