Tensi kian meninggi kala Uni Emirat Arab (UAE) mengungkapkan telah mencegah rudal jelajah yang disebut ditembakkan Iran. UAE juga menyebut serangan drone Iran menyebabkan kerusakan di Pelabuhan Fujairah.
Apabila konflik terus berkepanjangan, maka harga energi dunia akan terus melonjak. Kemarin, harga minyak jenis brent melesat 5,8% ke US$ 114,44/barel, tertinggi sejak Juni 2022 atau hampir empat tahun terakhir.
“Kita mungkin akan melihat perang ini menyebabkan kenaikan harga pangan, selain harga bensin yang tinggi. Jadi ada risiko tekanan ini akan terasa di inflasi inti. Apabila isu harga minyak terus berlanjut, maka langkah The Fed (Federal Reserve, Bank Sentral AS) adalah kenaikan suku bunga acuan,” papar Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, kepada Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa kurang menguntungkan saat suku bunga betul-betul naik.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Selasa (5/5/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 39. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Adapun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 16. Sudah di bawah 20, yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya punya peluang untuk naik. Target resisten terdekat adalah US$ 4.592/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5.
Pivot point ada di US$ 4.621/troy ons. Dari sini, harga emas berpotensi terdongkrak ke rentang US$ 4.632-4.657/troy ons.
Namun andai harga emas turun lagi, maka mungkin risikonya relatif terbatas. Namun target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.314/troy ons.
(aji)

























