“Sementara itu, potensi produksi pada April sampai dengan Juni tahun 2026 diperkirakan mencapai 16,68 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebesar 1,51 juta ton GKG, atau menurun 8,31% jika dibandingkan tadi, periode yang sama di tahun 2025,” ucap Ateng.
Dia juga menyebut pihaknya memperkirakan produksi padi dalam bentuk gabah kering sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 33,52 juta ton GKG atau mengalami kenaikan 0,09 juta ton gabah kering. Ateng mengatakan angkanya naik 0,26% jika dibandingkan dengan Januari-Juni 2025.
“Nah sejalan dengan gambaran produksi padi tersebut ya, produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada bulan Maret 2026 diperkirakan sebesar 5,04 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 3,67% dibandingkan periode yang sama pada Maret 2025, yang besarnya mencapai 5,23 juta ton,” ungkap dia.
BPS memprediksi potensi produksi beras pada April-Juni 2026 sebesar 9,61 juta ton atau mengalami penurunan sebanyak 0,87 juta ton, bahkan angkanya turun 8,30% jika dibandingkan April-Juni 2025. Meski begitu, pihaknya memproyeksikan produksi beras sepanjang Januari-Juni tahun ini mencapai 19,31 juta ton atau mengalami kenaikan senilai 0,05 juta ton.
“Atau naik 0,26% dibandingkan tadi, periode yang sama di tahun 2025,” ujar Ateng.
(far/ain)




























