Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, rata-rata pengeluaran wisman pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$1.345,61 per kunjungan, dengan porsi terbesar untuk akomodasi, makanan dan minuman, serta belanja. Rata-rata lama tinggal juga meningkat menjadi 10,83 hari.

Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) menunjukkan lonjakan signifikan. Pada Maret 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 126,34 juta perjalanan atau naik 38,63% secara bulanan dan melonjak 42,10% dibandingkan Maret 2025.

Ateng menjelaskan kenaikan tersebut didorong oleh momentum long weekend serta periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, serta kebijakan flexible working arrangement (FWA) yang meningkatkan mobilitas masyarakat.

Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan atau meningkat 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara triwulanan, angka ini juga naik 7,07% dibandingkan triwulan IV-2025.

Dari sisi wilayah, peningkatan perjalanan wisnus tertinggi secara triwulanan terjadi di Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat. Sementara secara tahunan, pertumbuhan tertinggi tercatat di Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Gorontalo, dan Sumatera Utara.

Adapun untuk wisatawan nasional yang bepergian ke luar negeri (wisnas), BPS mencatat jumlah perjalanan pada Maret 2026 mencapai 793.000 perjalanan. Angka ini meningkat 13,14% secara bulanan dan melonjak 36,26% dibandingkan Maret 2025.

Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnas selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 2,50 juta perjalanan atau meningkat 7,27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Peningkatan ini menunjukkan tren mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri yang terus menguat seiring pemulihan sektor pariwisata,"urainya.

(dec)

No more pages