Sementara itu, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor consumer non-cyclicals, energi, keuangan, kesehatan, dan teknologi. Tidak ada perusahaan dari sektor industri maupun transportasi dan logistik yang tercatat dalam antrean IPO hingga periode tersebut.
Penghimpunan dana di pasar modal juga diramaikan oleh penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Per akhir April 2026, tercatat telah terbit 54 emisi dari 35 penerbit dengan total nilai mencapai Rp58,90 triliun, sementara 47 emisi lainnya masih dalam proses antrean.
Aktivitas korporasi melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue juga mencatatkan realisasi sebesar Rp3,75 triliun dari tiga perusahaan. Saat ini, BEI masih menunggu satu perusahaan dari sektor properti yang direncanakan akan segera melaksanakan aksi penambahan modal tersebut.
(dhf)





























