Logo Bloomberg Technoz

Meta telah mengumumkan kesepakatan bernilai miliaran dolar AS dengan Nvidia Corp., Advanced Micro Devices Inc. (AMD), dan Broadcom Inc. untuk chip dan perangkat hardware lain sejak awal tahun ini, serta sedang membangun beberapa pusat data raksasa untuk mendukung upayanya.

Mark Zuckerberg mengatakan bahwa ia memiliki “keyakinan” terhadap keputusan untuk lebih meningkatkan belanja AI, namun keyakinan tersebut tidak disambut baik oleh Wall Street. Para investor kecewa ketika CEO tersebut gagal memberikan rincian mengenai bagaimana Meta berencana merengkuh laba bermodalkan investasi yang dikucurkan, sehingga menyebabkan harga saham anjlok hingga 7% dalam sesi perdagangan setelah jam kerja. Saham Meta ditutup di US$669,12 di New York dan telah naik 1,4% tahun ini. 

Lonjakan biaya Meta Platforms terus naik dari tahun ke tahun.

Bengkaknya anggaran pengeluaran ini “meningkatkan taruhannya” bagi pengelola Facebook mengingat perusahaan tersebut menggunakan sistem AI miliknya sendiri, “yang masih tertinggal dari rekan-rekan di laboratorium terdepan,” tulis analis Bloomberg Intelligence, Mandeep Singh. “Sejauh ini, aplikasi mandiri Meta belum memiliki tingkat keterlibatan yang setara dengan laboratorium terdepan lainnya.”

Meta bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi besar yang menaikkan pengeluaran minggu ini. Amazon.com Inc. melaporkan belanja modal kuartalan yang lebih tinggi dari perkiraan analis untuk perluasan kapasitas pusat data. Google, anak perusahaan Alphabet Inc., menaikkan proyeksi belanja modal tahunannya hingga US$190 miliar. Namun, Google tetap berhasil memicu lonjakan harga saham usai melampaui perkiraan pendapatan dan laba kuartalan, menandakan keyakinan terhadap investasi AI perusahaan. 

Meta melaporkan penjualan US$56,3 miliar pada kuartal pertama, melampaui perkiraan Wall Street, US$55,51 miliar. Meta memproyeksikan penjualan sebesar US$58 miliar hingga US$61 miliar untuk kuartal saat ini, yang secara umum sesuai dengan ekspektasi. 

Jumlah pengguna aktif harian di seluruh platform media sosial Meta mengalami penurunan tipis pada kuartal pertama menjadi 3,56 miliar. Perusahaan tersebut mengaitkan hal ini dengan gangguan koneksi internet di Iran dan pembatasan akses WhatsApp oleh Rusia. 

Penurunan yang terjadi ini menandai pelemahan pertama sejak perusahaan mulai menggunakan metrik tersebut. Susan Li, CFO, mengatakan Meta seharusnya mencatat pertumbuhan pengguna yang positif seandainya tidak ada konflik geopolitik tersebut.

Meta juga melaporkan laba bersih kuartal pertama sebesar US$26,8 miliar, yang mencakup manfaat pajak penghasilan non-tunai satu kali sebesar US$8 miliar akibat implementasi kebijakan pajak AS yang disahkan pada Juli. Analis memperkirakan laba bersih tidak disesuaikan sebesar US$17,2 miliar, tanpa memperhitungkan manfaat tersebut. 

Jor-joran belanja AI 

Meta baru-baru ini menerapkan sejumlah langkah penghematan biaya — proses yang dijelaskan Mark Zuckerberg pada Rabu sebagai “meningkatkan efisiensi investasi kami.” 

Pekan sebelumnya, perusahaan yang dulu bernama Facebook Inc. ini memberi tahu karyawan melalui memo internal bahwa mereka akan PHK sekitar 8.000 karyawan dan tidak akan mengisi 6.000 posisi kosong. Meta telah melakukan pemangkasan lain yang lebih terbatas awal tahun ini yang menargetkan divisi perangkat keras Reality Labs, di antara tim lain.

Evercore ISI memperkirakan pemutusan hubungan kerja pada bulan Mei akan menghemat US$3 miliar per tahun bagi perusahaan, dan bahwa perusahaan akan semakin mengandalkan agen AI untuk membantu menangani tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan karyawan manusia.

“Kami yakin industri ini baru mulai menyadari peluang pertumbuhan yang muncul dari penerapan agen AI – serta peningkatan tingkat investasi yang diperlukan untuk mendukungnya,” kata analis Evercore, Mark Mahaney, dalam sebuah catatan kepada para investor. 

Meta Platforms. (Bloomberg)

Para eksekutif Meta menghabiskan sebagian besar waktu dalam panggilan laporan keuangan hari Rabu untuk membahas agen AI, termasuk fakta bahwa banyak karyawan menggunakannya untuk membantu pengembangan produk dan tugas-tugas lainnya. Namun, US$3 miliar hanyalah sebagian kecil dari total investasi AI Meta.

Pada awal April, Meta meluncurkan model AI terbaru, Muse Spark — yang pertama dirilis sejak Mark Zuckerberg memulai perombakan bernilai miliaran dolar AS terhadap organisasi AI perusahaan tahun lalu. 

“Kami sudah melatih model-model yang lebih canggih,” kata Mark Zuckerberg, sambil menambahkan bahwa ia tidak memiliki “rencana yang sangat tepat” mengenai bagaimana setiap produk AI akan dikembangkan.

“Saya rasa kami sudah memiliki gambaran tentang arah yang harus dituju,” katanya sambil mengakui bahwa jawabannya atas pertanyaan para analis mungkin “kurang memuaskan.” 

Baca Juga: Solusi Pembatasan Medsos Anak dari Meta Platforms yaitu Via App Store

Mark Zuckerberg mengatakan ia akan memberikan detail lebih lanjut pada kuartal-kuartal berikutnya, namun secara historis ia lebih fokus pada pengembangan produk yang akan digunakan oleh ratusan juta atau bahkan satu miliar pengguna sebelum mengalihkan perhatiannya ke pemanfaatan produk tersebut untuk menghasilkan pendapatan. 

Lonjakan atas  gugatan hukum terkait keselamatan anak yang dihadapi Meta menjadi hambatan potensial lainnya. Dalam putusan bulan Maret, sebuah juri memutuskan bahwa Meta bertanggung jawab atas masalah kesehatan mental yang telah lama dialami seorang perempuann berusia 20 tahun, yang menurutnya disebabkan oleh kecanduannya terhadap media sosial. 

Meskipun Meta harus membayar jutaan dolar kepada penggugat, putusan tersebut berpotensi membuat perusahaan menghadapi risiko kerugian miliaran dolar AS akibat gugatan-gugatan tambahan. Dua kasus penting lainnya dijadwalkan akan disidangkan di pengadilan negara bagian California akhir tahun ini. 

Meta mengakui pada hari Rabu bahwa mereka terus “menghadapi pengawasan ketat terkait masalah-masalah yang berkaitan dengan kalangan muda dan memiliki jadwal persidangan tambahan untuk tahun ini di AS, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kerugian material.”

(bbn)

No more pages