Logo Bloomberg Technoz

Kemenhub Periksa Keterkaitan Taksi Green SM di Tragedi Argo Bromo

Pramesti Regita Cindy
29 April 2026 06:10

Petugas bekerja di gerbong KRL yang bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Krisrianto)
Petugas bekerja di gerbong KRL yang bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Krisrianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perhubungan memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM terkait dengan insiden kecelakaan  KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan kementeriannya membentuk tim khusus untuk mendalami keterkaitan taksi Green SM dalam tragedi yang merenggut 15 korban jiwa tersebut.

Selain itu, kata Aan, kementeriannya akan menyusuri aspek perizinan, administrasi dan standar keselamatan pengelola jaringan taksi hijau tersebut.


“Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum,” kata Aan mengutip dari keterangan resmi Kemenhub, Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan Sistem Perizinan Angkutan Jalan (Siprajab) kendaraan taksi bernomor polisi B 2864 SBX yang dianggap terkait dengan kecelakaan maut itu tercatat legal dan memiliki kartu pengawasan hingga Oktober 2026, serta beroperasi sebagai taksi reguler di Jabodetabek.