Langkah BPOM Cegah Peredaran Obat di Kalangan Remaja
Dinda Decembria
28 April 2026 17:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) Triwulan I Tahun 2026.
Fokus utama pembahasan adalah penguatan peran pangan bergizi dalam keluarga sebagai upaya preventif terhadap berbagai persoalan kesehatan, termasuk penyalahgunaan obat-obatan.
Data Kemendukbangga menunjukkan tantangan besar terkait kesehatan mental remaja di Indonesia. Dari sekitar 46 juta keluarga yang memiliki anak remaja, sebanyak 34,9% di antaranya mengalami gangguan kesehatan mental. Dari jumlah tersebut, sekitar 55% berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih serius jika tidak ditangani sejak dini.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah berupaya mendorong langkah pencegahan berbasis keluarga. Edukasi mengenai pola hidup sehat, termasuk konsumsi pangan bergizi, diharapkan mampu mengurangi risiko remaja terjerumus pada penyalahgunaan obat-obatan maupun masalah kesehatan mental yang lebih berat.
“Kita bikin acara bersama-sama melakukan pencegahan sehingga 46 juta keluarga yang punya anak remaja ke depan kita harapkan jauh menjauhi dan jangan sampai dalam tanda petik menjadi bagian dari yang terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan,” kata Wihaji di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (28/4).






























