Sebelumnya, Invesco Ltd., perusahaan manajemen investasi independen global terkemuka yang berkantor pusat di Amerika Serikat (AS), juga tercatat mengakumulasi 669 ribu saham BBRI pada kesempatan yang berbarengan dengan Blackrock.
Invesco tercatat menggenggam total 2,29 miliar saham BBRI per siang hari ini, berdasarkan data Bloomberg.
Terungkap juga investor kakap lain yang mengakumulasi saham BBRI adalah Goldman Sachs Group. yang tercatat mengakumulasi 220 ribu saham baru–baru ini. Hingga siang ini Goldman Sachs menggenggam 158,2 juta sama BBRI.
Analis Sucor Sekuritas menyebut dengan posisi sekarang, saham BBRI diperdagangkan jauh di bawah rata–rata valuasi historis jangka panjangnya.
Padahal, dalam catatan yang sama, perseroan begitu dominan di segmen UMKM dan memiliki profitabilitas yang berdaya tahan.
“Seiring normalisasi kualitas kredit dan perbaikan likuiditas pada 2026, kami memperkirakan valuasi BBRI akan mendekati rerata historisnya,” mengutip paparan Sucor Sekuritas.
Valuasi Atraktif
Valuasi saham BBRI terbilang amat menarik. Mengutip data Bloomberg, saat ini valuasi BBRI yang dilihat dari sisi Price-to-Book Value (P/BV) ada di 1,4 kali. Valuasi ini menjadi yang termurah setidaknya dalam 10 tahun terakhir.
Ini bahkan lebih menarik ketimbang bank–bank besar di regional seperti ICICI Bank Ltd (India), DBS Group Holdings Ltd (Singapura). HDFC Bank Ltd (India), National Australia Bank Ltd (Australia), hingga Mitsubishi UFJ Financial Group (Jepang).
Terlebih lagi, Return-on-Equity (RoE) BBRI rata-rata berada di rentang 20% dalam periode 10 tahun. Ini berpotensi menjadikan BBRI sebagai salah satu bank paling menguntungkan di Asia Tenggara.
Analis unggulan pasar modal pun memasang posisi bullish untuk saham BBRI. Berdasarkan konsensus Bloomberg yang melibatkan 35 institusi, sebanyak 29 analis (82,86%) menyematkan rekomendasi beli atau buy saham BBRI.
Target harga saham BBRI untuk 12 bulan ke depan berdasarkan konsensus pasar ada di Rp4.377/saham. Artinya, BBRI berpotensi memberikan ‘cuan’ di atas kertas menyentuh 42,6%.
Sucor Sekuritas bahkan memasang target harga saham BBRI bisa mencapai Rp5.200/saham. Jika benar terjadi pada 12 bulan ke depan, maka ada ruang kenaikan mencapai 69,38%. Target harga di Rp5.200/saham mencerminkan P/BV forward berada di 2,3 kali dengan asumsi RoE di 23%.
(fad/aji)































