“Belum bisa ya, kita pelan-pelan naiknya,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyatakan pihaknya akan melaporkan aspirasi tersebut kepada Menteri Kehutanan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Rohmat mengungkapkan bahwa dalam praktiknya, penyesuaian kuota telah dilakukan pada hari-hari tertentu. “Dari tanggal 1 sampai 22 kemarin itu ada delapan hari yang kuotanya sudah kita naikkan, ada yang 1.100 hingga 1.300,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan strategi pengembangan konservasi ex situ komodo di luar habitat aslinya sebagai alternatif destinasi wisata. Beberapa lokasi yang dikaji antara lain Taman Wisata Alam Riung 17 Pulau di Kabupaten Ngada, kawasan Golo Mori, serta Pulau Longos di Manggarai Barat.
Konservasi ex situ merupakan upaya pelestarian satwa di luar habitat aslinya untuk mencegah kepunahan, mengingat komodo berstatus terancam punah. Program ini mencakup pengembangbiakan, penelitian, hingga edukasi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis konservasi.
“Ke depan harapan kami itu bisa menjadi pengembangan wisata alternatif,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
(ain)




























