Setelah tertinggal dari pasar yang lebih luas selama sebagian besar tahun ini akibat kekhawatiran atas belanja AI, saham-saham Big Tech justru reli dalam empat minggu terakhir seiring investor mencari stabilitas dan pertumbuhan laba yang kuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Namun, saham pembuat chip tampil sangat kuat, dengan Philadelphia Semiconductor Index mencatat kenaikan selama 18 sesi berturut-turut—rekor terpanjang—dengan lonjakan total 47% dalam periode tersebut. Kenaikan ini didorong oleh hasil kinerja yang solid dari Texas Instruments Inc. dan Intel Corp. pada pekan ini.
Reli ini didorong oleh ekspektasi bahwa belanja besar-besaran untuk infrastruktur komputasi AI akan terus berlanjut, sehingga mendukung pertumbuhan jangka panjang bagi produsen chip seperti Nvidia Corp.. Kejelasan lebih lanjut mengenai prospek tersebut akan terlihat pekan depan, ketika Wall Street menerima laporan keuangan kuartalan dari empat pembelanja terbesar: Microsoft Corp., Amazon.com Inc., Alphabet Inc., dan Meta Platforms Inc..
“Saya menunggu hasil laporan untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai prospek belanja, tetapi selain itu saya melihat banyak alasan untuk tetap optimistis terhadap prospek Nvidia ke depan,” kata Paul Nolte.
(bbn)






























