Logo Bloomberg Technoz

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga dijadwalkan berada di Pakistan, namun belum secara terbuka menyetujui untuk bertemu dengan perwakilan Trump. Tidak ada pembicaraan yang dijadwalkan antara pejabat AS dan Iran selama kunjungan menteri luar negeri tersebut, menurut laporan sebelumnya dari kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency.

Harga energi yang lebih tinggi sejak perang dimulai pada akhir Februari telah memicu kekhawatiran terhadap inflasi, yang dapat mendorong Federal Reserve dan bank sentral lainnya untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi lebih lama atau bahkan menaikkannya lebih lanjut. Hal ini berdampak negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Emas bergerak dalam kisaran sempit dalam beberapa pekan terakhir seiring para pelaku pasar menavigasi arus berita yang terus berubah dari konflik di Timur Tengah. Logam mulia ini masih turun sekitar 10% sejak perang dimulai pada akhir Februari karena investor awalnya menjual emas untuk meningkatkan likuiditas pada tahap awal konflik.

Sementara itu, berakhirnya penyelidikan kontroversial terkait pembengkakan biaya renovasi gedung oleh The Fed berpotensi membuka jalan bagi konfirmasi Kevin Warsh, pilihan Presiden Donald Trump untuk menjadi pemimpin The Fed berikutnya.

Warsh dikenal memiliki sikap hawkish terhadap inflasi. Investor tidak memperkirakan ia akan melakukan pemangkasan suku bunga secara agresif seperti yang diinginkan Trump, melainkan menempuh pendekatan yang lebih terukur dengan langkah bertahap dalam menurunkan biaya pinjaman.

Di tempat lain, State Oil Fund of Azerbaijan, salah satu pembeli emas terbesar di dunia, merilis data yang menunjukkan pihaknya telah menjual hampir 22 ton logam mulia tersebut pada kuartal pertama, dengan nilai lebih dari $3 miliar berdasarkan harga saat ini. Kenaikan harga yang cepat membuat porsi emas dalam portofolio dana itu menekan batas atas target mereka sebesar 35%, sehingga perlu dilakukan penyeimbangan kembali aset.

Harga emas spot naik 0,6% menjadi US$4.723,28 per ons pada pukul 11:57 siang di New York. Perak naik 1% ke US$76,47 per ons. Platinum dan paladium juga menguat.

Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur kinerja mata uang AS, turun 0,2%.

(bbn)

No more pages