Gugurnya harga aset-aset utama ini membuat aktivitas transaksi global mengering. CoinGecko mencatat rata-rata nilai perdagangan harian aset kripto global merosot ke angka US$117,8 miliar, terkoreksi 27% secara kuartalan.
Turunnya nilai perdagangan harian turut berimbas pada nilai transaksi pasar kripto global. Tercatat, nilai transaksi pasar spot di bursa global terkoreksi 15,7% menjadi US$1,27 triliun pada Maret, terendah sejak September 2024.
Fenomena lesunya pasar kripto memberikan dampak negatif terhadap Coinbase, salah satu raksasa bursa kripto global. Melansir Yahoo Finance, saham Coinbase dinilai mengalami penurunan dan menghadapi ketidakpastian di tengah tren penurunan pasar kripto yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Di Indonesia sendiri, tren penurunan di pasar kripto juga terjadi. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total nilai transaksi kripto per akhir Februari 2026 adalah Rp53,61 triliun. Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya, jumlahnya mencapai Rp76,96 triliun atau turun sekitar 30%.
(tim)
































