Imbas Perang, Triliunan Dolar Menguap dari Pasar Kripto Global

Bloomberg Technoz, Jakarta - Eskalasi ketegangan geopolitik global yang terjadi sejak akhir tahun lalu telah mengakibatkan tertekannya pasar kripto sepanjang kuartal I-2026. Ketidakpastian yang terjadi telah memicu efek domino yang menekan perekonomian global, mulai dari lonjakan harga komoditas energi, naiknya laju inflasi, hingga berujung pada pengetatan likuiditas secara ekstrem.
Imbas dari kondisi tersebut, kapitalisasi pasar kripto mengalami penyusutan yang signifikan. Berdasarkan laporan 2026 Q1 Crypto Industry yang dirilis oleh CoinGecko, total kapitalisasi pasar kripto global menyusut 20,4% sepanjang kuartal I-2026, menyisakan US$2,4 triliun per 31 Maret 2026. Angka ini bahkan telah anjlok hingga 45% jika dibandingkan dengan level puncaknya pada Oktober 2025 lalu.
“Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan semakin panasnya ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, aset kripto dan aset berisiko lainnya ditinggalkan. Sementara itu, emas menjadi komoditas yang diuntungkan seiring dengan meningkatnya permintaan dari bank sentral dan perannya sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik,” tulis tim CoinGecko dalam risetnya.
Penurunan kapitalisasi pasar kripto tidak terlepas dari koreksi tajam yang terjadi pada harga kripto itu sendiri. Sepanjang kuartal I-2026, harga Bitcoin (BTC) telah turun 22%, kinerja terburuk BTC secara kuartalan sejak 2022. Padahal, indeks saham AS seperti NASDAQ dan S&P 500, masing-masing hanya terkoreksi 7.1% dan-4.8%.
Bahkan, jika dihitung dari level tertingginya pada Oktober 2025, harga BTC telah ambles 38%. Nasib serupa juga dialami oleh Ethereum (ETH) yang merosot 47%, Ripple (XRP) turun 46%, Binance Coin (BNB) turun 44%, dan Solana (SOL) yang anjlok paling dalam hingga 55%.































