Jepang mengalami musim panas terpanas sepanjang sejarah tahun lalu. Dari 20 suhu tertinggi yang pernah tercatat, delapan di antaranya terjadi pada akhir Juli hingga awal Agustus 2025, menurut data Japan Meteorological Agency. Dampak terhadap kesehatan masyarakat sangat serius, dengan rekor 100.000 orang dirawat di rumah sakit akibat sengatan panas selama periode lima bulan tahun lalu.
Label baru ini memperluas kosakata resmi Jepang untuk menggambarkan lonjakan suhu, melengkapi istilah yang sudah ada seperti “hari sangat panas” untuk suhu di atas 35°C. Hari dengan suhu 30°C atau lebih dikategorikan sebagai “hari puncak musim panas,” sementara suhu mulai dari 25°C disebut sebagai “hari musim panas.”
Masyarakat juga mengusulkan sejumlah nama lain, termasuk “hari panas bikin basah kuyup oleh keringat,” “hari sauna,” hingga “hari tetap di rumah,” menurut Japan Meteorological Agency dalam siaran persnya.
Badan cuaca tersebut sebelumnya telah memperingatkan suhu yang lebih tinggi pada musim panas tahun ini, terutama karena sinyal iklim menunjukkan meningkatnya peluang munculnya El Niño dalam beberapa bulan ke depan. Fenomena iklim yang mengganggu pola cuaca ini biasanya membawa kondisi yang lebih panas ke Jepang, serta sebagian besar wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara.
(bbn)
































