Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Masih di Atas Rp17.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
16 April 2026 15:13

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Kamis (16/4/2026) dengan penguatan. Walau begitu, rupiah masih bertahan di level Rp17.000/US$ yang disebut-sebut sebagai angka keseimbangan baru rupiah di tahun ini. 

Rupiah spot menguat terbatas 0,02%, hampir stagnan di posisi Rp17.136/US$, bersamaan dengan penguatan indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama 0,02% ke 98,07. 

Sentimen jeda perang dengan kesepakatan gencatan senjata yang akan diperpanjang membuat harga minyak mentah kembali turun 0,68% ke posisi US$95,58 per barel. Kondisi ini lantas memberi ruang rebound bagi mata uang Asia yang kompak menguat sore ini. 


Baht Thailand memimpin penguatan sebesar 0,69%, disusul dolar Taiwan 0,33%, peso Filipina 0,15%, ringgit Malaysia dan rupee masing-masing 0,10%. Posisi rupiah berada di posisi ketiga dari bawah, bersama yuan China. 

Penguatan rupiah sore ini lebih tertopang oleh pergerakan mata uang kawasan yang kompak menguat.