Logo Bloomberg Technoz

Pada Januari 2026, jumlah investor saham RLCO adalah sebanyak 79.850 investor, yang juga menyeret pengurangan 199.192 investor menuju Februari tersebut. Berkaca dari Desember 2025, jumlah investor saham RLCO adalah 279.042 investor.

Sementara itu, pada saat listing 8 Desember 2025 silam jumlah investor RLCO mencapai 518.156 Single Investor Identification (SID).

Dengan data tersebut, jumlah investor saham RLCO telah mengalami penyusutan yang signifikan dibanding dengan saat hari pencatatan tahun lalu. Ini berarti, sejak listing hingga penutupan Kuartal I-2026, RLCO telah ‘ditinggalkan’ 483.445 investor secara bertahap dalam tiga bulan perdagangan.

Dengan data yang sama, jumlah pemegang saham RLCO per Maret 2026 tersebut– turun amat signifikan dalam rentang tiga bulan. Bersama dengan SUPA, sekaligus menjadi perhatian bagi para pelaku pasar. Emiten SUPA, yang mencatatkan saham secara perdana pada 17 Desember 2025 dengan jumlah investor mencapai 696.202 SID.

Seiring berjalannya Kuartal I-2026 hingga Maret 2026 jumlah investor SUPA tersisa 107.501 SID, yang tercatat menurun 9.637 investor dari Februari bulan sebelumnya. Penurunan terus berlanjut pada Februari dan Januari. Penurunan pada periode tersebut pun lebih besar lagi, menyentuh 24.486 investor, hingga pada Januari dilepas 121.771 investor.

Dengan itu, dalam tiga bulan perdagangan saham SUPA terjadi penurunan jumlah pemegang saham SUPA amat signifikan mencapai 588.701 SID.

Jika diperhitungkan dengan jumlah persentase, penurunan jumlah pemegang saham SUPA mencapai 84,55%. Artinya, 100 investor yang menggenggam saham SUPA saat listing– hingga Maret 2026 hanya tersisa 15 investor yang masih berinvestasi pada saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).

Sama halnya, penurunan pemegang saham RLCO jauh lebih besar lagi, hingga mencatatkan penurunan jumlah pemegang saham hingga 93,3% hanya dalam sepanjang Kuartal I-2026.

Sementara PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) yang listing pada tanggal 6 November 2025 silam juga turut mencatatkan penurunan jumlah pemegang saham hingga 87,1% sepanjang listing di papan perdagangan saham.

Mencermati data yang diperlihatkan Stockbit Sekuritas jumlah investor PJHB per Maret 2026 terbaru mencapai 43.635 SID, sementara pada masa listing jumlah investornya mencapai 338.331 SID.

Perdagangan Saham PJHB (Bloomberg)

Adapun PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turut mengalami hal serupa, terjadi penurunan jumlah pemegang saham. Per Maret 2026 jumlah investor EMAS terhitung 38.523 SID, padahal, saat IPO EMAS pada 23 September 2025 diserbu antusiasme tinggi dengan total 406.243 SID.

Dengan demikian, saham EMAS turut ‘ditinggalkan’ mencapai 90,51%. Dengan penurunan jumlah investor mencapai 367.720 SID. 

No Nama Emiten Jumlah Investor pada Maret 2026 (SID) Jumlah Investor Saat Listing Perdana (-)
1 PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) 34.711 518.156 (93,3%)
2 PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) 38.523 406.243 (90,51%)
3 PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) 43.635 338.331 (87,1%)
4 PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) 107.501 696.202 (84,55%)

Sumber: PT Stockbit Sekuritas Digital, RTI Business, Laporan Perusahaan Maret 2026

(fad)

No more pages