Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Terkoreksi, Rupiah Malah Terdepresiasi

14 April 2026 09:31

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuka hari kedua pekan ini dengan pelemahan kala mata uang kawasan menguat di tengah euforia tergelincirnya harga minyak mentah.

Rupiah spot pagi ini, Selasa (14/4/2026) pagi, melemah 0,13% ke Rp17.125/US$. Mata uang Nusantara terdepresiasi bersama dengan won Korea Selatan, dolar Singapura, dan Hong Kong juga melemah. 

Sebaliknya, ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Taiwan, yuan China, dan yen Jepang kembali menguat menyambut harga minyak mentah yang tergelincir turun ke US$97,98 per barel. 


Selain itu, mata uang kawasan sempat mendapatkan dorongan positif di tengah munculnya optimisme baru terhadap peran yuan sebagai penantang dominasi dolar AS. 

Permintaan yuan dikabarkan meningkat setelah Iran menerima pembayaran dalam mata uang tersebut. Hal ini menandai adanya pergeseran dalam transaksi energi global dari mata uang AS ke China.