Logo Bloomberg Technoz

Lonjakan ini tercermin dari meningkatnya transaksi minyak mentah dalam denominasi yuan. Melansir Bloomberg, nilainya bahkan sempat mencetak rekor harian sebesar 1,22 triliun yuan atau sekitar US$179 miliar. Transaksi ini dilakukan melalui sistem Cross-Border Interbank Payment System (CIPS). 

Di tengah eskalasi geopolitik, hubungan ekonomi antara China dan negara Timur Tengah juga semakin erat, terutama lewat penguatan infrastruktur dan jalur perdagangan minyak mentah. 

Namun, euforia ini belum mampu membuat rupiah tersengat dan ikut menguat bersama mata uang kawasan. Beban fiskal dari sisi domestik masih menggelayuti pergerakan rupiah. Selain itu, inflasi berpotensi terjadi di pasar domestik lantaran harga minyak masih tinggi meski sempat terkoreksi hari ini. 

Di tengah upaya Indonesia mengamankan pasokan minyak dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Rusia, ketidakpastian global masih akan membayangi arah pertumbuhan ekonomi nasional. 

Memang, koreksi harga minyak bisa memberi ruang sementara, tetapi level harga yang masih tetap tinggi masih menyimpan risiko lanjutan terhadap inflasi. 

Pasar juga tampaknya masih berhati-hati sambil mencermati arah kebijakan fiskal selanjutnya. Pemerintah, selain bermanuver mengamankan pasokan energi, rasanya juga tetap perlu memastikan dan menjaga kredibilitas fiskal di tengah tekanan subsidi dan kebutuhan pembiayaan yang besar. 

(aji)

No more pages