Pada tahun ini, Maroef menyatakan perseroan melalui anak usahanya bakal meningkatkan optimasi nilai dari seluruh portofolio tambang.
Terlebih, kata dia, anak usaha MIND ID mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 secara tepat waktu, memiliki peralatan yang dapat menunjang peningkatan produksi, serta kapasitas logistik bakal ditingkatkan.
Target Produksi
Dalam bahan tayangan yang ditampilkan, dijelaskan bahwa produksi aluminium PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada 2025 mencapai 280.000 ton. Pada tahun ini, target produksi ditargetkan 275.000 ton alias turun 2% secara tahunan.
Sementara itu, produksi batu bara dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) tahun lalumencapai 47,2 juta ton dan pada tahun ini target produksi dicanangkan sebanyak 49,5 juta ton atau naik 5%.
Lalu, produksi bauksit pada 2025 dilaporkan mencapai 2,8 juta wet metric ton (wmt) dan pada tahun ini kuota produksinya ditargetkan 5,3 juta ton atau naik 89%.
Selanjutnya, produksi emas MIND ID dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) atau Antam dan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 2025 mencapai 29,9 ton dan target produksi pada 2026 sebesar 31,7 ton atau naik 6%.
Pada 2025, produksi feronikel dari seluruh anak usaha MIND ID mencapai 16.100 ton dan pada tahun ini produksinya ditarget sebesar 18.400 ton atau naik 14%. Untuk nickel matte, pada 2025 produksinya mencapai 72.000 ton dan pada tahun ini ditargetkan 68.400 ton.
Kemudian, produksi bijih nikel dari Antam dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) pada 2025 mencapai 18,3 juta wmt dan pada tahun ini ditargetkan mencapai 24,4 juta wmt atau naik 33%.
Terakhir, MIND ID melaporkan produksi timah PT Timah Tbk. (TINS) pada 2025 mencapai 17.800 ton dan kuota produksi pada 2026 ditargetkan mencapai 29.100 ton atau naik 63%.
“Secara keseluruhan pada 2026 ini mencerminkan fokus kami pada penguatan hilirisasi, peningkatan efisiensi, serta penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan,” klaim Maroef.
(azr/wdh)
































