Pada 2025, penyaluran KUR oleh BBRI mencapai Rp 178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. BBRI menjadi penyalur KUR terbesar dari 49 bank lainnya.
Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbanyak yaitu Rp 80,09 triliun atau 44,97% dari total penyaluran KUR oleh BBRI.
Selain pembiayaan, BRI aktif mendorong pemberdayaan melalui program Desa BRILiaN yang telah membina lebih dari 5 ribu desa. Program KlasterkuHidupku juga telah mengembangkan 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah.
Perolehan positif selanjutnya, Dana Pihak Ketiga (DPK) BBRI juga menunjukkan peningkatan yang amat solid dengan pertumbuhan sebesar 7,4% yoy menjadi Rp1.467 triliun. Dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) tumbuh mencapai 12,7% yoy.
Berbagai pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan perolehan laba bersih perseroan sepanjang 2025 yang mencapai Rp57,13 triliun. Ini menjadikan BBRI sebagai bank BUMN dengan laba terbesar.
Berbagai pencapaian BBRI tersebut, tak terlepas dari keberhasilan Hery Gunardi. Ini dibuktikan dengan datangnya predikat Bank of The Year 2025 di Indonesia oleh The Banker, media keuangan global naungan Financial Times Group.
Disabetnya titel ini sekaligus menempatkan BBRI sejajar dengan sejumlah institusi keuangan ternama dan paling unggul di dunia, mulai dari Bank of China (Hong Kong), DBS (Singapura), Nomura Bank (Jepang), Crédit Agricole (Prancis), hingga Commerzbank (Jerman).
Melansir The Banker, apresiasi dan penghargaan ini didasarkan pada keberhasilan strategi transformasi BBRI yang diakui secara global. Penghargaan ini turut menegaskan kinerja positif BBRI pada 2025 yang berhasil mempertahankan arah baru perusahaan di tengah kondisi ekonomi global yang menantang.
Prestasi membanggakan juga datang dari grup BRI. Pada Februari 2026, dalam ajang 19th ESG Green Finance Awards 2025 dan 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025, grup BRI berhasil memboyong empat penghargaan bergengsi yang diselenggarakan Alpha Southeast Asia di Singapura. Adapun BBRI sendiri meraih penghargaan Best SDG Bond and Best Social Bond in Asia 2025.
Tak sampai di situ, BBRI juga berhasil mencatatkan prestasi dengan masuk daftar Global 500 2026 yang dirilis oleh Brand Finance, lembaga konsultan valuasi merek global unggulan berbasis di London. Pencapaian ini menegaskan posisi BBRI sebagai salah satu merek paling bernilai dan paling berharga di dunia. Dalam daftar tersebut, BRI berhasil menduduki posisi tertinggi di antara merek nasional lainnya.
Dalam laporan terbaru Brand Finance tercatat sebanyak 11 merek dari ASEAN berhasil masuk daftar 500 merek paling bernilai secara global. BBRI menempati peringkat ke–369 dunia.
Dari kelas perusahaan umum (non–bank), BBRI berhasil menempatkan posisi yang sejajar dengan sejumlah raksasa teknologi global seperti Apple, Microsoft, Google, Amazon, hingga YouTube. Capaian tersebut menunjukkan BBRI mampu bersaing di level internasional.
Dari dalam negeri, prestasi juga diraih BBRI dengan kembali menunjukkan performa solid di sektor keuangan nasional. Sepanjang 2025, perseroan berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi sebagai Dealer Utama dengan kinerja terbaik yang diberikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Pengakuan ini menegaskan posisi BBRI sebagai salah satu institusi keuangan yang konsisten berperan dalam mendukung pengembangan pasar keuangan Indonesia. Selain itu, torehan bergengsi ini juga mencerminkan kontribusi nyata BBRI dalam membantu pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara berkelanjutan.
Dari sisi individu, Hery Gunardi ditetapkan sebagai CEO of The Year 2025 dalam ajang Infobank Top 100 CEO. Hery Gunardi juga dinobatkan sebagai The Resilient Retail Banking Champion dalam ajang Top CEO Indonesia Awards 2025 yang disematkan oleh IDNFinancials. Banyaknya prestasi individu yang diraih tersebut amat menegaskan pengakuan industri terhadap kemampuan kepemimpinannya.
(tim)



























