Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan per 31 Maret 2025 Indonesia memiliki deadstock minyak mentah sekitar 2,56 juta barel. Dari besaran itu, sekitar 430.000 barel siap untuk dilakukan lifting atau proses untuk produksi siap jual.
Untuk itu, Djoko meramal produksi minyak mentah pada Maret 2026 bisa mencapai 635.000 bph.
“Nah untuk deadstock kami upayakan dengan teknologi menggunakan chemical dan bakteri anaerob yang 2,56 juta barel ini kita upayakan untuk bisa di-lifting untuk bulan-bulan berikutnya,” tegasnya.
SKK Migas memprediksi produksi minyak mentah sepanjang tahun ini mencapai 507.034 bph, kondensat sebesar 64.379 bph, NGL di hulu migas sebesar 21.242 bph, NGL gas terproses sebesar 10.290 bph, serta tambahan dari proyek NGL dan survei full tensor gravity gradiometry (FTG) sebesar 7.054 bph.
Dengan begitu, SKK Migas memproyeksi total produksi minyak mentah beserta kondensat sepanjang tahun ini bakal mencapai 610.000 bph.
Lifting Minyak
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa realisasi produksi siap jual atau lifting minyak mentah ditambah NGL pada Maret 2026 mencapai 635.500 bph.
Pada tahun ini dalam APBN 2026 ditargetkan lifting minyak mencapai 610.000 bph, sementara dalam rencana kerja dan anggaran SKK Migas lifting minyak 2026 ditargetkan sebesar 610.800 bph.
(azr/wdh)






























