Setelah konsolidasi tersebut, kata dia, nantinya SugarCo akan berfokus menjadi BUMN pangan disektor produksi sisi hulu, sementara ID FOOD akan menjadi perusahaan yang fokus dalam distribusi hasil produksi pangan SugarCo.
"Jadi, memang ini sengaja kita lakukan sehingga mereka fokus kepada core business-nya masing-masing," kata dia. "Kita mengharapkan keseriusan kita untuk menyelesaikan problem yang ada. Karena memang, kalau ini diteruskan, ini sulit untuk industri gula kita berkembang."
Sebelum konsolidasi itu, ID FOOF menggenggam masing-masing 99,99% saham milik PT Pabrik Gula Rajawali I, PT Pabrik Gula Rajawali II dan PT Pabrik Gula Candi Baru.
Sementara, jika konsolidasi telah dilakukan, maka kepemilikan saham 99,99% tiga pabrik gula tersebut akan beralih sepenuhnya ke SugarCo.
"Dengan struktur kepemilikan yang lebih rapi ini, kami optimis sinergi antara BUMN pangan akan lebih semakin kuat dan memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan nasional," ujar Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, dalam kesempatan yang sama.
(ain)





























