Logo Bloomberg Technoz

“Karena kalau kita bandingin tahun lalu, untuk MBG itu kan masih [belanja] pelan, tapi sekarang kan rata-rata kita bisa lihat [belanja] sekitar Rp20 triliun sebulan. Jadi itu sudah jelas menjadi loncatan,” tambahnya.

Di luar MBG, Febrio menyebut peningkatan belanja juga berasal dari proyek fisik yang mulai terealisasi lebih awal, seperti pembangunan irigasi dan jalan.

”Kita memang ingin belanjanya lebih cepat. Terbukti sekitar 21% dari belanja itu tereksekusi di triwulan I. Ini jauh lebih tinggi daripada [triwulan I tahun-tahun] sebelumnya, yaitu sekitar 17%,” jelas Febrio.

Alasan Belanja Pemerintah Ngebut 

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan belanja negara melonjak lebih tinggi, yakni 31,4% secara year on year (yoy) menjadi Rp815 triliun. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan belanja pada kuartal I-2025 yang hanya sebesar 1,4%.

Berdasarkan pola historis, belanja negara umumnya berada di kisaran 17% dari pagu anggaran di setiap kuartal pertama.

Purbaya menjelaskan, lonjakan belanja tersebut merupakan strategi yang sengaja dirancang pemerintah agar penyerapan anggaran lebih merata sepanjang tahun. Dengan demikian, dampak ekonomi dari belanja negara dapat dirasakan lebih konsisten.

"Kami ingin sekali belanjanya bisa dibelanjakan merata atau hampir merata sepanjang tahun sehingga dampak ekonominya lebih signifikan dirasakan sepanjang tahun," ujar Purbaya dalam rapat.

“Memang by design kita ingin belanjanya lebih cepat.”

Namun, di sisi lain, pendapatan negara tercatat sebesar Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan belanja. Akibatnya, percepatan belanja yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara turut mendorong defisit di awal tahun.

(lav)

TAG

MBG
No more pages