Inflasi tahunan melambat lebih dari perkiraan menjadi 30,9% pada Maret, namun para ekonom memperkirakan tekanan kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Dampak langsung kenaikan harga minyak terhadap inflasi Turki relatif terbatas karena bahan bakar hanya menyumbang sekitar 3% dalam keranjang inflasi, tulis Selva Bahar Baziki dari Bloomberg Economics. “Ancaman yang lebih besar berasal dari efek lanjutan, ketika perusahaan meneruskan kenaikan biaya energi serta pelemahan mata uang ke harga barang,” tambahnya.
“Jika harga minyak tetap di level saat ini, total biaya kenaikan terhadap anggaran Turki bisa mencapai sekitar 620 miliar lira (US$14 miliar) hingga akhir tahun,” ujar Menteri Energi Alparslan Bayraktar pada akhir bulan lalu.
Turki juga menahan kenaikan harga bensin melalui penyesuaian pajak, termasuk kembali menerapkan mekanisme tarif fleksibel yang memangkas pajak bahan bakar guna “secara signifikan membatasi” dampaknya terhadap inflasi konsumen, tulis ekonom Bank Sentral Republik Turki dalam sebuah laporan.
(bbn)



























