Sebelumnya pada Kamis, kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa serangan udara telah menghantam sejumlah target, termasuk jembatan yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj.
Komentar Trump dan serangan yang terus berlanjut dengan sasaran Iran mempersulit upaya AS dan mitranya untuk menengahi kesepakatan dengan Republik Islam Iran, termasuk untuk membuka kembali Selat Hormuz yang vital, saat perang mendekati minggu kelima.
Selat tersebut akan tetap ditutup bagi AS dan Israel dalam jangka panjang, lapor Fars, mengutip juru bicara angkatan bersenjata.
Harga minyak AS ditutup di atas US$110 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022, sementara Brent mengakhiri sesi perdagangan di level sedikit di atas US$109 per barel. Harga bahan bakar terus merangkak naik di seluruh dunia, dengan harga solar di Eropa melonjak melampaui US$200 per barel.
Meskipun pasar tutup pada Jumat Agung dan hingga akhir pekan, sebagian besar pedagang dengan cepat melepas posisi bearish mereka setelah pidato Trump pada jam tayang utama Rabu lalu, di mana ia mengindikasikan bahwa operasi AS dapat berlanjut selama dua atau tiga minggu lagi.
Dalam pidatonya pada Rabu, Trump berjanji “akan menyerang setiap pembangkit listrik mereka” jika Teheran tidak setuju atas tuntutan Amerika.
Ia melaporkan tidak ada kemajuan dalam upaya membuka kembali jalur air vital tersebut, sementara negara-negara Eropa dan Teluk memulai upaya mereka sendiri untuk melakukannya.
Inggris mengumpulkan lebih dari 40 sekutu AS dalam pertemuan daring pada Kamis untuk membahas upaya diplomasi terhadap Teheran serta sanksi potensial jika Iran tidak bersedia membuka kembali Selat Hormuz.
Koalisi tersebut menegaskan bahwa AS perlu memasukkan solusi untuk Selat Hormuz dalam pembicaraan gencatan senjata dengan Iran, kata sumber yang mengetahui diskusi tersebut.
Perencana militer dari kelompok tersebut akan bertemu pekan depan untuk membahas bagaimana aset angkatan laut mereka dapat dikerahkan guna membantu menjaga keamanan dan membersihkan ranjau di selat tersebut setelah perang berakhir.
Dewan Keamanan PBB kemungkinan akan melakukan pemungutan suara pada hari Jumat mengenai resolusi yang akan mendukung langkah-langkah untuk membuka kembali Selat Hormuz, kata Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani.
Uni Emirat Arab mendesak PBB untuk mengizinkan serangkaian langkah, termasuk penggunaan kekuatan, guna mengembalikan aliran minyak dan gas melalui selat tersebut, di tengah kekhawatiran yang semakin meningkat akan krisis pasokan global.
Hampir tidak ada tanda-tanda bahwa Iran bersedia mengalah terkait Selat Hormuz, yang secara efektif tetap ditutup sejak dimulainya perang. Pemerintah Iran tengah menyusun protokol bersama Oman untuk memantau lalu lintas di selat tersebut, demikian dilaporkan kantor berita milik pemerintah IRNA. Hal itu akan mewajibkan para pengirim barang untuk membayar tol kepada Iran, kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi dalam wawancara dengan Sputnik.
Selat ini secara resmi merupakan perairan internasional, dan setiap upaya Iran untuk mengklaim kendali atas lalu lintas di sana akan ditentang oleh negara-negara Barat dan negara-negara Arab Teluk.
Iran terus melancarkan serangan di seluruh Teluk Persia dan menunjukkan sedikit niat untuk memulai pembicaraan, apalagi mengakui kekalahan. Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa pemerintah telah menerima pesan-pesan AS melalui perantara termasuk Pakistan, namun tuntutan Amerika tersebut “ekstrem dan tidak masuk akal.”
(bbn)





























