Salah satu langkah strategis yang menjadi sorotan adalah kehadiran aplikasi Tring! by Pegadaian. Platform ini menjadi simbol lompatan besar Pegadaian dalam membangun ekosistem keuangan digital yang terintegrasi, praktis, serta aman. Kehadiran Tring! juga menegaskan upaya perusahaan untuk tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.
Sejak diluncurkan secara resmi pada 8 Oktober 2025, aplikasi Tring! mencatatkan performa yang mengesankan. Dalam waktu kurang dari enam bulan, jumlah pengguna meningkat pesat hingga melampaui 5 juta nasabah pada kuartal pertama 2026. Capaian ini memperlihatkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital Pegadaian.
Tak hanya dari sisi pengguna, aktivitas transaksi dalam platform ini juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga awal 2026, Tring! telah mencatat lebih dari 25 juta transaksi digital dengan nilai hampir mencapai Rp60 triliun. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa digitalisasi layanan keuangan semakin diminati masyarakat luas.
Direktur TI & Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “Aplikasi Tring! bukan sekadar platform digital, melainkan komitmen kami untuk terus relevan bagi setiap generasi dan memastikan bahwa solusi keuangan terbaik kini berada dalam genggaman seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Yos.
Lonjakan Transaksi dan Peran Emas Digital
Pertumbuhan penggunaan Tring! juga tercermin dari tingginya jumlah nasabah aktif. Sepanjang kuartal pertama 2026, lebih dari 4 juta pengguna tercatat aktif bertransaksi melalui aplikasi ini. Jumlah transaksi pada periode tersebut melampaui 15 juta, atau meningkat tajam sebesar 215 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, pertumbuhan nasabah aktif juga mengalami lonjakan signifikan hingga 183 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi layanan digital Pegadaian tidak hanya meningkat dari sisi jumlah pengguna, tetapi juga dari intensitas pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai pemain utama di sektor gadai dan investasi emas, Pegadaian berhasil menjadikan fitur layanan emas digital sebagai daya tarik utama di aplikasi Tring!. Produk-produk berbasis emas terbukti menjadi pilihan favorit masyarakat dalam berinvestasi secara praktis dan aman.
Data periode Januari hingga Maret 2026 menunjukkan performa yang sangat solid untuk layanan emas digital. Top Up Tabungan Emas tercatat mencapai lebih dari 3,3 ton, diikuti oleh pembukaan Mulia Ultimate Konvensional sebesar 500 kilogram, serta Tabungan Emas Rencana sebesar 205 kilogram.
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi emas sebagai salah satu instrumen investasi unggulan dalam ekosistem digital Pegadaian. Kemudahan akses melalui aplikasi membuat masyarakat semakin tertarik untuk berinvestasi emas tanpa harus datang langsung ke outlet.
Transformasi digital ini juga memberikan dampak nyata terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hingga akhir kuartal pertama 2026, Outstanding Loan (OSL) yang disalurkan melalui Tring! telah mencapai Rp4,3 triliun. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan layanan pembiayaan digital.
Yos menambahkan bahwa pengembangan aplikasi Tring! merupakan respons atas perubahan perilaku konsumen yang kini semakin bergantung pada teknologi. “Pengembangan Tring! merupakan langkah strategis dalam merespons perubahan perilaku konsumen yang kian mengandalkan teknologi. Dengan ekosistem yang terus berkembang, Pegadaian berupaya memastikan akses layanan keuangan dapat menjangkau masyarakat kapan saja dan di mana saja,” tambah Yos.
Di usia yang ke-125, Pegadaian tidak hanya fokus mempertahankan eksistensinya, tetapi juga terus berinovasi untuk memperluas jangkauan layanan. Penguatan fitur dalam aplikasi Tring! menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan kontribusi transaksi digital terhadap keseluruhan bisnis perusahaan.
Sebagai informasi, PT Pegadaian didirikan pada 1 April 1901 di Sukabumi, Jawa Barat. Kini, perusahaan telah bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif dengan berbagai produk, mulai dari pembiayaan hingga investasi emas.
Sejak bergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM pada 2021, Pegadaian semakin aktif mendukung pengembangan UMKM di Indonesia. Selain itu, Pegadaian juga mengukuhkan diri sebagai pelopor layanan Bank Emas setelah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan pada Desember 2024.
Melalui berbagai inovasi dan transformasi digital, Pegadaian optimistis dapat terus memperkuat perannya dalam mendorong inklusi keuangan nasional. Kehadiran Tring! menjadi bukti nyata bahwa perusahaan mampu menggabungkan warisan panjang dengan teknologi modern demi menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.