Pengamat: Perubahan Pola Kerja dan Hemat Energi Tak Terhindarkan
Redaksi
01 April 2026 18:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai kebijakan “8 transformasi budaya kerja dan hemat energi” yang baru saja diumumkan pemerintah tak cuma upaya teknis penghematan energi, tapi jadi reposisi mendasar agar masyarakat terdorong menjalani gaya hidup lebih sehat dan bijaksana. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan keniscayaan yang harus diambil pemerintah dalam situasi global saat ini demi menjaga kepentingan nasional.
“Kebijakan transformasi budaya kerja dan hemat energi adalah suatu keniscayaan yang harus diambil pemerintah. Dan ini adalah langkah yang positif karena bisa menghemat 20 persen penggunaan energi di dalam negeri serta mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dan bijaksana,” ujar Iwan Setiawan, Rabu (1/4).
Salah satu poin kebijakan ini yaitu penerapan aturan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang juga diimbau untuk diikuti oleh sektor swasta. Iwan berpendapat langkah ini adalah jawaban atas tuntutan zaman.
Selain menghemat energi, satu hari tanpa komuter memberikan ruang bagi masyarakat untuk memiliki kualitas waktu yang lebih baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas saat mereka kembali bekerja di kantor.
“Fleksibilitas kerja terbukti mampu menurunkan tingkat stres akibat kemacetan, meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), dan secara mekanis mengurangi beban emisi kendaraan di jam puncak,” katanya.



























