Saat ini, Siri mengharuskan pengguna untuk mengajukan permintaan secara terpisah, sehingga membuatnya tertinggal di bidang kecerdasan buatan.
Upaya ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk merombak dan memodernisasi Siri, yang pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2011. Apple bertujuan untuk mengubah asisten ini menjadi alat yang lebih mumpuni yang dapat memahami konteks, seperti informasi pribadi pengguna dan apa yang ada di layar mereka.
Apple bersiap untuk memperkenalkan Siri versi baru dan fitur-fitur Apple Intelligence lainnya pada Konferensi Pengembang Seluruh Dunia (WWDC) pada 8 Juni, kesempatan yang sudah lama dinantikan. Apple pertama kali mendemonstrasikan Siri baru yang lebih didukung AI pada Juni 2024 — sebelum menunda peluncurannya beberapa kali akibat kendala teknis. Software tersebut kini dijadwalkan untuk dirilis pada musim gugur ini, demikian dilaporkan Bloomberg News.
Juru bicara perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, menolak memberikan komentar.
Sebagai bagian dari perubahan tersebut, Apple bakal menerjemahkan ulang Siri sebagai layanan yang lebih mirip chatbot dan meluncurkan aplikasi mandiri untuk asisten tersebut. Apple juga berencana memungkinkan versi berikutnya untuk mengakses dan merangkum informasi dari web dalam upaya yang secara internal dikenal sebagai World Knowledge Answers.
Perkembangan terbaru ini akan mempermudah interaksi dengan Siri dan berpotensi mendorong pelanggan untuk menggunakannya lebih sering sebagai penghemat waktu. Fitur asisten saat ini mendukung permintaan lanjutan tanpa mengharuskan pengguna mengulang kata pemicu — “Siri” atau “Hey Siri” — namun setiap tindakan masih harus ditangani secara terpisah.
Kemampuan memproses beberapa permintaan dalam satu kueri telah menjadi standar di antara asisten AI modern yang didukung oleh model bahasa besar atau LLM, termasuk ChatGPT dari OpenAI dan Gemini dari Google. Dan, asisten suara Google telah mampu menangani tugas-tugas semacam itu sejak dekade lalu.
Kemampuan ini juga sangat penting bagi upgrade Siri yang sedang dikembangkan dan lebih canggih, termasuk fitur-fitur yang mengandalkan konteks pribadi dan integrasi aplikasi lebih mendalam. Hal ini akan memungkinkan asisten tersebut melakukan hal-hal seperti mengambil foto, mengeditnya, dan mengirimkannya ke kontak dalam satu perintah.
Secara terpisah, Apple telah mengeksplorasi keyboard dengan memperluas fitur koreksi otomatis dengan menawarkan kata-kata alternatif, kata para sumber tersebut. Keyboard ini menggunakan pendekatan yang mirip dengan alat-alat seperti Grammarly.
Keputusan akhir soal rilis tool keyboard tersebut belum diambil. Perusahaan telah meningkatkan algoritma keyboardnya di iOS dalam beberapa hari terakhir, dengan tujuan memberikan pengalaman koreksi otomatis yang lebih baik.
Apple juga sedang mengembangkan update untuk fungsi Siri Extensions yang akan memungkinkan asisten tersebut mengakses layanan pihak ketiga yang diinstal melalui App Store, seperti dilaporkan Bloomberg News pekan lalu. Hal ini melampaui kemitraan chatbot saat ini dengan ChatGPT.
Baca Juga: Apple Bakal Buka Akses Siri di Update iOS 27
Dalam pengujian internal, beberapa kemampuan baru Siri diberi label “Preview,” yang mengindikasikan Apple mungkin akan menempatkannya sebagai fitur yang belum selesai saat peluncuran.
Apple Intelligence diluncurkan pada 2024 dalam bentuk beta — tahap akhir pengujian sebelum perangkat lunak secara resmi dirilis kepada pelanggan. Siri sendiri pertama kali diperkenalkan sebagai uji coba beta, fase yang berakhir pada 2013.
(bbn)




























