Lebih lanjut, supertanker tersebut juga tercatat singgah di Pelabuhan Assaluyeh, Iran pada 7 Maret 2026 dengan tujuan Ras Tanura, Arab Saudi. Pada 8 Maret, Pertamina Pride terdeteksi singgah di Ras Tanura, dan pada 16 Maret juga di Ras Tanura dengan jadwal keberangkatan menuju Cilacap.
Adapun, perkiraan tiba atau estimated time of arrival (ETA) Pertamina Pride di Cilacap adalah pada 2 April 2026 (09:00 UTC atau sekitar 16:00 WIB).
Namun, berdasarkan pelacakan peta per Selasa siang, tanker tersebut terlihat masih berada di pesisir Teluk Persia.
Di sisi lain, terdapat satu tanker PIS yang masih belum dapat melewati Selat Hormuz, yakni Gamsunoro.
Tanker tersebut tercatat dalam perjalanan dari pelabuhan Khur Al Zubair, Iraq menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Gamsunoro sendiri sedang berlayar untuk melayani pihak ketiga (non-Pertamina).
Perwakilan Pertamina International Shipping tidak memberikan respons saat dimintai konfirmasi soal lokasi Pertamina Pride dan perkiraan tibanya di Cilacap.
Akhir pekan lalu, PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Kementerian Luar Negeri mengungkapkan sedang membahas teknis agar kedua kapal perseroan, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Corporate Secretary PIS Vega Pita mengungkapkan kedua tanker perseroan tersebut masih berada di kawasan Teluk Persia, tetapi proses negosiasi masih terus dilakukan.
Dia mengungkapkan perseroan turut memberikan apresiasi terhadap Kemenlu atas dukungannya dalam menangani situasi tersebut.
“Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemenlu, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” kata Vega kepada Bloombeg Technoz, Sabtu (28/3/2026).
“PIS bersama dengan Kemenlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Saat ini kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Arab/Teluk Persia,” lanjutnya.
Vega menyatakan prioritas perseroan saat ini adalah tetap memastikan keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, dan muatannya.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujar Vega.
Sekadar informasi, Iran telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia yang terjebak di Teluk Persia untuk kembali pulang melalui Selat Hormuz, tanker Malaysia juga dilaporkan tidak akan dikenai biaya tol yang diberlakukan oleh Iran.
Di sisi lain, tanker milik Thailand yakni Bangchak Corporation Public Company Limited baru-baru ini juga sudah dapat melewati Selat Hormuz usai berlabuh di Teluk Persia sejak 11 Maret 2026.
Awalnya terdapat empat kapal PIS yang berada di kawasan Timur Tengah. Antara lain; Gamsunoro di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang tengah melakukan proses muat di Ras Tanura, PIS Rinjani dalam posisi lego jangkar di Khor Fakkan, serta PIS Paragon di Oman.
Belum lama ini, PIS Paragon dan PIS Rinjani berhasil keluar dari wilayah konflik Timur Tengah, dan tengah melayani distribusi energi untuk mitra pihak ketiga.
Secara total, PIS saat ini mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri.
-- Dengan asistensi Azura Yumna Ramadani Purnama
(wdh)





























