Logo Bloomberg Technoz

“Komoditas yang dominan paling memberi andil terbesar ialah ikan segar dengan anil 0,06%, daging ayam ras dengan andil 0,06%, serta beras dengan andil 0,03%,” kata Ateng dalam Konferensi Pers, Rabu (1/4/2026).

Kemudian, komoditas telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, dan daging sapi juga memiliki andil terhadap inflasi masing-masing 0,02%.

Komoditas lain juga memberi andil inflasi, yaitu terutama bensin dengan andil 0,04%, tarif angkutan antar-kota memberi andil inflasi 0,03%.

Selain itu, masih ada komoditas yang memberi andil deflasi, yakni tarif angkutan udara dan emas perhiasan dengan andil masing-masing 0,03%.

Faisal Rachman, Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), menilai inflasi Maret masih relatif tinggi meski terjadi perlambatan. Proyeksi pasar masih di atas rata-rata inflasi sejak 2005 yaitu 0,42% mtm.

“Inflasi terutama didorong oleh peningkatan permintaan saat musim Ramadan-Idul Fitri. Terutama di kelompok makanan, transportasi, rekreasi, dan hiburan,” sebut Faisal.

Menariknya lanjut Faisal, emas yang rutin menjadi penyebab inflasi malah menjadi yang menghambat. Harga emas dunia di pasar spot jatuh lebih dari 14% dalam sebulan terakhir, yang tentu mempengaruhi harga emas perhiasan.

Inflasi Tahunan

Sementara itu, konsensus Bloomberg yang melibatkan 25 analis/ekonom menghasilkan median proyeksi inflasi Maret secara tahunan (year-on-year/yoy) ada di 3,64%. Jika terwujud, lagi-lagi, maka lebih rendah ketimbang Februari yang sebesar 4,76% yoy.

Ekonom Bloomberg Economics Tamara Mast Henderson mengemukakan, inflasi tahunan mengalami normalisasi setelah lonjakan pada Januari dan Februari. Pada dua bulan pertama 2025, pemerintah memberikan diskon tarif listrik. Diskon itu kemudian menciptakan efek basis rendah (low base effect) sehingga membuat inflasi Januari dan Februari tahun ini membumbung tinggi.

Catatan: artikel ini perbaharui untuk memperbaiki angka inflasi di judul.

(lav)

No more pages