Logo Bloomberg Technoz

Efisiensi MPR: WFH Hingga Batasi Konsumsi Listrik

Dovana Hasiana
01 April 2026 08:05

Gedung MPR DPR RI (Bloomberg)
Gedung MPR DPR RI (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Siti Fauziah mengatakan, terdapat sejumlah kebijakan efisiensi yang dilakukan sebagai dampak perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kebijakan tersebut di antaranya bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA) serta menghemat konsumsi listrik.

Pertama, kebijakan WFH dan WFA dimulai per Rabu (1/4/2026). Dalam hal ini, MPR juga bakal mengatur pola kerja pegawai secara langsung menjadi empat hari kerja dalam satu pekan. Sementara, MPR menerapkan sistem piket pada hari Jumat di mana satu unit diwakili oleh hanya dua orang dan sisanya bekerja dengan jarak jauh.

"Tadi kan takut nanti kalau WFH atau WFA itu jalan-jalan. Ini kita sampaikan mereka harus siap dipanggil. Jadi tidak ada yang ada di luar kota terus alasan saya lagi WFA atau WFH jadi tidak bisa ke kantor itu kalau ada situasional yang diperlukan mereka harus siap dipanggil ke kantor," ujar Siti dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).


Namun, kebijakan bekerja dari jarak jauh tidak akan diterapkan kepada pimpinan atau anggota, melainkan hanya kepada Sekretariat Jenderal MPR. Dia mengatakan pimpinan dan anggota tetap beraktivitas seperti biasanya.

Kedua, penghematan listrik. Hal ini dilakukan dengan membatasi jam kerja hingga pukul 17.00 WIB. Sehingga, listrik akan mulai dipadamkan pada 18.00 WIB. Menurutnya, kebijakan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Namun, MPR baru mengumumkan secara resmi pada hari ini.