Bursa Asia Siap Reli Usai Trump Beri Sinyal Akhiri Perang Iran
News
01 April 2026 06:40

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi akan mengikuti reli kuat di Wall Street pada perdagangan Rabu (1/4). Optimisme ini muncul seiring dengan menguatnya harapan bahwa perang yang telah mengguncang pasar global dan melumpuhkan pasokan energi tersebut mungkin akan segera berakhir.
Kontrak berjangka (futures) mengindikasikan bursa Sydney, Tokyo, dan Hong Kong akan dibuka menguat setidaknya 1%. Sebelumnya, indeks S&P 500 melonjak 2,9% pada perdagangan Selasa (31/3)—kenaikan harian terbesar sejak Mei lalu. Selain itu, indeks saham perusahaan China yang melantai di AS juga mencatatkan kenaikan tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir.
Harga minyak dunia terpantau stabil pada Rabu pagi setelah Donald Trump menyatakan rencana AS untuk meninggalkan Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Trump menegaskan akan menyerahkan urusan pembukaan kembali Selat Hormuz kepada negara-negara lain. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$102 per barel setelah sempat turun 1,5% pada Selasa.
Dari pihak Teheran, kantor berita negara Iran melaporkan adanya pembicaraan telepon antara Presiden Dewan Uni Eropa Antonio Costa dengan Presiden Masoud Pezeshkian. Pezeshkian menyatakan bahwa Republik Islam Iran memiliki "kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri perang ini," namun dengan syarat adanya jaminan "untuk mencegah terulangnya agresi."































